Bagasi Pesawat Berbayar Semakin Memberatkan Penumpang

Januari lalu, maskpai penerbangan berbiaya rendah yang tergabug ke dalam Lion Group memutuskan untuk menghilangkan layanan bagasi gratis kepada seluruh penumpang pesawat terbang mereka. Keputusan Lion Group ini kemudian menimbulkan ketidaksetujuan bagi banyak pengguna dua maskapai low cost carrier tersebut yang menilai kebijakan bagasi berbayar tidak hanya memberatkan penumpang, tetapi juga tidak adil.

Layanan Lion Air dan Wings Air dianggap masih jauh di bawah standar maskapai penerbangan berbiaya rendah lainnya, seperti Air Asia dan Citilink, oleh karena itu kebijakan bagasi berbayar dianggap merugikan konsumen. Karena sebelumnya Lion Air menggratiskan bagasi para penumpang yang menaiki pesawat mereka hingga 20 kg. Sementara, untuk Wings Air, per penumpang mendapat bagasi cuma-cuma 10 Kg. Lion Air memberi batasan kuota bagi penumpang yang ingin melakukan pembelian bagasi yaitu maksimal 30 kg per penumpang.

Lion Air dan Wings Air masih memberlakukan ketentuan dimensi barang yang bisa masuk ke kabin tidak boleh lebih panjang 40 sentimeter (cm), lebar 30 cm, dan tinggi 20 cm dengan beban barang bawaan tidak boleh leboh dari 7 kg.

Tahun 2019 diramal bakal menjadi tahun yang sulit untuk industri penerbangan Indonesia. Beberapa operator maskapai penerbangan terutama yang tergabung ke dalam dua grup besar yang menguasai pangsa pasar Indonesia, Garuda Group dan Lion Group, sampai hari enggan menurunkan harga tiket ke harga semual sebelum peak season tahun 2018 kemarin.

Hal ini membuat pemerintah kocar- kacir mencari solusi agar harga tiket pesawat bisa turun kembali ke posisi semula. Bahkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bingung dengan harga tiket pesawat yang tinggi. Meski mengerti bahwa maskapai penerbangan sedang dilanda kesusahan, tapi banyak konsumen juga yang merasa dirugikan dengan naiknya harga tiket pesawat terbang.

Naiknya biaya operasional pesawat tentu membuat maskapai megap- megap dalam menanggung beban operasional tersebut. Hal ini membuat maskapai mencari solusi yang cukup dilematis dengan menaikan harga tiket dan menerapkan kebijakan bagasi berbayar.

Meski ditentang oleh banyak pihak termasuk Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau YLKI, Tulus Abadi, yang menilai penghapusan bagasi gratis oleh dua maskapai Lion Group, yakni Lion Air dan Wings Air tidak akan efisien dan hanya menambah beban bagi penumpang. Kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan antrian di bandara terutama saat melakukan check in.

Tulus juga menambahkan, kebijakan ini sangat kontra produktif karena bisa saja membuat penumpang berpindah haluan ke maskapai penerbangan lain karena alih- alih meringkan beban penumpang dengan harga tiket yang terjangkau, maskapai penerbangan malah menambah biaya penumpang untuk barang bawaannya. Selain itu, bagasi berbayar bisa menjadi akal bulus maskapai penerbangan untuk mendapatkan keutungan lebih dan membuat tarif batas atas naik. Maka dari itu perlu adanya pengawasan dari pemerintah mengenai tarif yang ditentukan bagi bagasi berbayar.

Meski ditentang, langkah Lion Air dan Wings Air malah diikuti oleh maskapai penerbangan berbiaya murah lain milik Garuda Group yaitu Citilink. Pihak Citilink beralasan jika terus memberi subsidi biaya bagasi dengan harga tiket maka maskapai teracam rugi bahkan berhenti beroperasi.

Kebijakan tersebut sebenarnya tidak hanya berdampak merugikan penumpang tapi juga maskapai penerbangan itu sendiri yang dapat kehilangan penumpang setianya. Selain itu terdapat efek domino lain yang berdampak pada sektor usaha lain seperti agen pariwisata, perhotelan hingga usaha mikro kecil dan menengah.

Sektor pariwisata merupakan sektor yang akan terkena dampak dari kebijakan yang diberlakukan oleh maskapai- maskapai penerbangan ini. Menurut Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Guntur Sakti sekitar 30-40 persen pengeluaran pariwisata adalah transportasi. Dengan naiknya biaya transportasi, beban pengeluaran wisatawan pun akan semakin membengkak. Sektor oleh- oleh dan cinderamata akan menjadi sektor di pariwisata yang akan terkena dampaknya secara lansgung.

Bisnis oleh- oleh atau buah tangan tentu telah menjadi menjadi bagian dari promosi suatu wilayah pariwisata. Diterapkannya tarif bagasi berbayar dapat mengganggu ekonomi atau minat untuk memborong buah tangan. Dengan adanya kebijakan bagasi berbayar, masyarakat yang berwisata ke suatu daerah pariwisata akan menyesuaikan barang bawaannya. Hal ini berpotensi mengurangi volume bawaan mereka saat pulang dari tempat wisata, karena tidak ingin mengeluarkan uang lebih untuk membawa oleh- oleh atau buah tangan.

Maskapai penerbangan sebenarnya bisa berkaca dengan sepinya penumpang di sejumlah rute penerbangan dan bandara- bandara nasional. Data PT Angakasa Pura pada periode Januari yang dikutip oleh Antara menunjukan adanya 433 pembatalan penerbangan karena sepinya penumpang akibat kenaikan tarif tiket pesawat.

Uniknya, kebijakan bagasi berbayar ini hanya dilakukan oleh maskapai penerbangan Indonesia saja. Maskapai penerbangan berbiaya rendah yang mempunyai afiliasi dengan Air Asia Malaysia, Indonesia Air Asia malah memberi batasan bagasi gratis kepada setiap penumpangnya dengan batas maksimal 15 kg.

Meski kebijakan bagasi berbayar ditentang oleh banyak pihak, hingga Dewan Perwakilan Rakyat meminta penundaan kebijakan dan meminta maskapai penerbangan untuk menyosialisasikan kebijakan mereka tersebut kepada seluruh konsumen pengguna transportasi udara dan masyarakat agar tidak terjadi miskomunikasi yang mengakibatkan pelayanan di counter check-in terganggu.

Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) mengirimkan somasi atau peringatan ke Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub) terkait dengan pemberian izin atau persetujuan pemberlakuan bagasi berbayar maskapai Lion Air, Wings Air, dan Citilink.

Bahkan pada bulan Agustus kemarin, maskapai penerbangan berbiaya rendah yang berada di bawah Lion Group, yakni Lion Air dan Wings Air kembali menaikan tarif bagasi berbayar. Dari catatan kami, kenaikan harga bagasi yang  terbilang bervariasi, tergantung kota tujuan, mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 65 ribu per 5 kg.

Aturan Tarif Bagasi

Kebijakan maskapai- maskapai low cost carrier atau maskapai berbiaya rendah menerapkan bagasi berbayar sebenarnya tidak melanggar peraturan perundang- undangan mengenai angkutan udara yang ada di Indonesia. Aturan mengenai tarif bagasi sebenanrnya telah diatur dalam pasal 22, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 185 Tahun 2015 Tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Beleid tersebut mengatur setiap maskapai untuk memberikan pelayanan sesuai kelompok pelayanan yang diterapkan oleh masing- masing maskapai penerbangan. Di mana saat ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah mengelompokkan masing-masing maskapai berdasarkan layanannya masing-masing. Dirjen Perhubungan Udara membagi tiga kelompok pelayanan yang diterapkan oleh masing-masing Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal, yakni pelayanan dengan standar maksimum (full services), pelayanan dengan standar menengah (medium services), dan pelayanan dengan standar minimum (no frills). Dalam peraturan tersebut juga tertuang peraturan yang mengatur mengenai maskapai berbiaya rendah atau low cost carrier dapat mengenakan biaya untuk pengangkutan bagasi tercatat. Sedangkan penerbangan medium service, bagasi gratis sampai 15 kg. Untuk kelas full service, bagasi sampai 20 kg tak dikenakan biaya. Meski begitu, peraturan tersebut tidak menyertakan besaran tarif yang bisa dikenakan untuk nagasi berbayar.

Garuda Indonesia dan Batik Air masuk ke dalam kategori maskapai penerbangan full service. Lalu, untuk medium service terdapat Trigana Air service, Travel express,  Sriwijaya Air, NAM Air, dan. Transnusa Air Service. Sementara untuk layanan minimum atau no frill service terdapat enam maskapai yakni; Lion Air, Wings Air, Indonesia AirAsia, Indonesia AirAsia Extra, Citilink Indonesia dan Asi Pudjiastuti Aviation.

Selain diatur dalam pasal 22, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 185 Tahun 2015 Tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri, bagasi berbayar juga diatur oleh asosiasi penerbangan internasional International Air Transport Association (IATA) Nomor 302 Tahun 2011 menyatakan bahwa maskapai diberikan kebebasan untuk menentukan sendiri kebijakan bagasi.

Akan tetapi setiap maskapai penerbangan tidak bisa menerapkan kebijakan bagasi berbayar seenaknya. Setiap maskapai perlu mendapat izin atau persetujuan Direktur Jenderal Perhubungan Udara terlebih dahulu.

Simulasi dan Jatah Bagasi Berbayar

Setiap maskapai mempunyai tarif yang berbeda dalam menerapkan kebijakan bagasi berbayar. Garuda Indonesia contohnya, maskapai full service berplat merah tersebut memberikan bagasi gratis maksimum 30 kg kepada penumpang dewasa dan anak kecil. Untuk kelas ekonomi setiap penumpang mendapat jatah bagasi gratis sebanyak 20 kg, Sementara untuk bayi yang memiliki tiket di kelas ekonomi dan bisnis diberi jatah sebanyak 20 kg. Kelebihan dari batas maksimum yang diberikan, penumpang wajib membayar 2 persen dari harga tiket penerbangan sekali jalan.

Lain Garuda, lain Lion Air. Maskapai milik Rusdi Kirana ini menerapkan bagasi berbayar sesaui jarak atau destinasi rute penerbangan. Untuk penerbangan dari Jakarta ke Bali, Lion Air menerapkan tarif bagasi berbayar sebesar Rp 37 ribu per kilogram per penumpang. Jika seorang penumpang membawa bagasi sebanyak 20 kg di penerbangan Jakarta- Denpasar, maka ia harus membayar tarif bagasi sebesar Rp 740 ribu. Tarif tersebut belum termasuk harga tiket Lion Air untuk penerbangan Jakarta-Denpasar yang bervariasi dari Rp 750 ribu sampai dengan Rp 1 juta tergantung di mana dan kapan kita memesan tiket tersebut.

Jika penumpang harus membayar harga tiket Jakarta-Denpasar dengan tarif batas atas atau Rp 1 juta, maka penumpang harus membayar Rp 1.740.000 untuk sekali jalan Jakarta- Denpasar. Jika dihitung- hitung, harga tiket penerbangan Lion Air plus tarif yang harus dibayar untuk bagasi seberat 20 kg sama dengan harga tiket pesawat full service seperti Garuda dan Batik Air.

Citilink, maskapai yang masih menjadi bagian dari Garuda Group, memperbolehkan penumpang kelas ekonomi membawa barang bawaan hingga seberat 7 kg dengan dimensi 56 cm x 36 cm x 23 cm ke dalam kabin. Koper yang dibawa ke kabin dimensinya harus sama dengan yang tertera di atas. Untuk bagasi berbayar, setiap penumpang diwajibkan membayar sebsar Rp. 35.000 per kg. Padahal sebelumnya, Citilink menggratiskan biaya bagasi sebanyak 20 kilogram bagi penumpang rute domestiknya. Meski demikian untuk rute penerbangan internasional penumpang masih diberi bagasi gratis sebesar 10 kg per penumpang.

Naiknya avtur dan beban biaya operasional memang memberatkan maskapai penerbangan. Namun harusnya maskapai juga mau mendengar aspirasi dari masyarakat sebagai pengguna transportasi udara pesawat terbang.

Ketentuan terbaru terkait bagasi berbayar ini dapat berjalan dengan baik sehingga maskapai penerbangan selalu mengedepankan faktor keselamatan dan keamanan bagi seluruh penumpangnya.

Akhirnya Nyobain Apple iPhone 11 Pro

Sejak diluncurkan pertama kali pada tahun 2007 silam, iPhone dianggap sebagai salah satu inovasi ponsel terbesar yang pernah ada. Sampai saat ini perkembangan dan perubahan smartphone kelas atas ini terus menjadi perbincangan di setiap tahunnya. Dalam perkembangan Apple terus melakukan pengembangan untuk Produknya agar terus update sesuai dengan perkembangan zaman, sejak membuat model 2G di 2007. Jika dibandingkan, seluruh perangkat dari yang paling awal muncul hingga terbaru di tahun 2019, yaitu iPhone 11, iPhone 11 Pro, iPhone 11 Pro max, seluruhnya sudah mengalami peningkatan spesifikasi yang tentu akan semakin memudahkan kegiatan penggunanya.

Di tahun 2019, tepatnya bulan September, iPhone baru saja meluncurkan Produk terbarunya. Tidak tanggung-tanggung Apple langsung mengeluarkan tiga Produk baru, yaitu iPhone 11, iPhone 11 Pro, dan iPhone 11 Pro max. Di artikel ini, akan coba dibahas kelebihan dan spesifikasi dari iPhone 11 Pro. Jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya yang diluncurkan tahun lalu, iPhone 11 Pro memiliki banyak kelebihan. beberapa kelebihan yang dimiliki antara lain:

  • Memiliki desain premium yang menarik perhatian. Sepintas iPhone 11 Pro memiliki desain yang mirip dengan generasi sebelumnya, yaitu iPhone XS max. Generasi terbaru ini memiliki desain layar dengan bezel yang sangat tipis. Di bagian atasnya, terdapat kamera depan dan berbagai sensor lainnya. Satu hal yang menjadi pembeda dengan generasi sebelumnya adalah pada iPhone XS max memiliki lapisan kaca (glass), membuatnya terlihat sangat mewah. Sementara pada iPhone 11 Pro dibekali dengan lapisan kaca di belakangnya. Hanya saja bagian ini memiliki finishing matte yang membuat generasi baru ini tampak lebih mewah. Ada empat warna yang ditawarkan oleh iPhone 11 Pro, yaitu hijau, space gray, silver, dan gold. Apple memang memperkenalkan warna baru untuk genari terbarunya, hijau.
  • iPhone pertama dengan tiga kamera. iPhone 11 Pro menjadi iPhone pertama yang dibekali dengan tiga kamera utama. Ketiga kameranya memiliki resolusi yang sama, yakni12 megapiksel. Ketiga kamera ini memiliki fungsi yang berbeda. Kamera utama memiliki bukaan terbesar, yakni f/1.8 dengan fitur PDAF.  Sedangkan kamera keduanya memiliki tugas mengambil gambar dengan sudut super lebar alias ultrawide dengan sudut 120 derajat. Sedangkan kamera ketiga berfungsi untuk mengambil gambar telefoto.

Spesifikasi iPhone 11 Pro

iPhone 11 Pro memiliki layar 5,8 inci, yang relatif kecil sehingga para penggunanya mengatakan bahwa layarnya mengalami kemunduran dibandingkan dengan merek lain yang semakin memperbesar layar smartphone. Namun kemunduran ini tampaknya tidak berpengaruh terhadap keinginan konsumen untuk memiliki smartphone terbaru. Masyarakat sudah menginginkan ponsel yang lebih ringkas dan simpel. Terlebih, iPhone telah melakukan imProvement besar-besaran terhadap kameranya, sehingga body yang kecil tidak menjadi masalah. Dari mode malam dan smart HDR yang lebih baik hingga rentang dinamis yang diperluas dalam video, iPhone 11 Pro kini bisa dibilang sebagai ponsel kamera terbaik.

iPhone 11 Pro menawarkan kamera ganda yang hebat serta kamera ketiga dengan kemampuan zoom optic sehingga mampu menjangkau lebih banyak gambar. Mode malamnya menghasilkan hasil yang luar biasa dalam cahaya yang rendah. Rentang dinamis pada videonya menghasilkan gambar yang stabil dan sinematik seperti film. Prosesornya yang sekelas A13 Bionic menjadikan generasi ini sebagai ponsel tercepat. Baterainya pun tidak kalah hebat. Mampu bertahan hingga 10,5 jam masa pakai baterai. Selain itu pengisian dayanya juga terbilang cepat, dalam 30 menit mampu mengisi daya hingga 55%.

Warna yang dimunculkan oleh iPhone 11 Pro ini sangatlah ramah, seperti hijau, ungu, dan kuning. Lapisan matte di belakangnya juga menambah kesan mewah. Ponsel ini juga memiliki ketahanan di dalam air karena memiliki peringkat IP68 sehingga mampu bertahan direndam dalam air hingga kedalaman 4 meter selama 30 menit. Sedangkan dalam uji tes jatuh, iPhone 11 Pro dikatakan memiliki kaca terberat yang pernah ada. Menariknya, bagian belakang ponsel ini tidak mengalami kerusakan apapun saat dijatuhkan dari ketinggian 10 meter.

Dari segi layar, ponsel ini memiliki kecerahan Super Retina XDR 5,8 inci. Jika dibandingkan dengan merek terbaru lain dan iPhone keluaran tahun lalu, ponsel ini memiliki kecerahan layar hingga 752 nits. Jika Anda mencoba meletakkan iPhone 11 Pro di luar dengan intensitas matahari yang tinggi maka layarnya akan terlihat sangat terang. Berbeda dengan merek terbaru lainnya yang terlihat gelap dan redup. Secara keseluruhan panel OLED cukup memuaskan berkat dukungan warna yang lebar dan sudut tampilan ultrawide. Selain itu audio yang dihasilkan oleh ponsel ini juga sangat jernih karena adanya audio spesial dan dolby atmos. Jika mendengarkan musik di ponsel ini terdengar sangat kencang dan jernih sehingga terasa berada di aula konser tunggal.

Dengan tiga lensa yang ada di kamera utama yang didukung dengan kepandaian fotografi komputasi, membuat hasil foto dari ponsel ini seperti karya terbaik dari Cupertino. Memiliki trio sensor sebesar 12 megapiksel, masing-masing memiliki tipe lensa yang berbeda sehingga menawarkan perspektif unik di sekeliling Anda. Seperti halnya iPhone XS dan iPhone X, memiliki telefoto sekunder yang menawarkan 2 kali optical zoom, meskipun Apple telah memperluas aperture dari f/2.0 menjadi f/2.4 pada flagship tahun lalu untuk memberikan banyak cahaya. Sementara itu, kamera ultrawide menghadirkan bidang pandang hingga 120 derajat, mirip dengan zoom 0,5 kali. Kinerja iPhone 11 Pro sangat mengesankan dalam kondisi malam.

Dalam cahaya yang redup mode malamnya mampu menghasilkan gambar yang lebih tajam dan lebih hidup, memadukan pencahayaan berbagai warna dengan banyak tekstur yang rumit. Jika Anda menggunakan kamera iPhone 11 Pro maka saat berkumpul dengan teman pasti Anda akan ditunjuk sebagai fotografer. Kamera ultrawide iPhone 11 Pro saat digunakan untuk mengambil gambar pemandangan maka akan menghasilkan gambar yang tajam dan terang. Hal ini dikarenakan memiliki kamera HDR yang mampu mengeluarkan semua warna termasuk warna abu-abu dan putih sehingga memunculkan kontras dan menambah kekayaan warna pada foto. Untuk hasil foto close up akan menghasilkan bidikan yang sangat detail. Semua sudut akan tertangkap kamera hingga sudut terkecilnya, baik dalam warna dan kedalaman. Sedangkan untuk kamera depan dengan 12 megapiksel dan fitur selfie ultrawide menghasilkan gambar dengan bidang pandang yang sangat luas.

Fotografi iPhone 11 Pro menjadi sangat baik karena adanya mode deep fushion yang merupakan bagian dari peningkatan iOS 13.2. Deep fushion seperti HDR tradisional, karena terdiri dari banyak bingkai yang berbeda-beda namun lebih canggih karena mampu menganalisis masing-masing tingkat piksel. Apple mengatakan teknologi ini mampu memberikan ketajaman yang tidak tertandingi dengan memasukkan elemen setiap foto untuk bidikan ideal yang dioptimalkan. Hasil foto dengan mode deep fushion akan memperlihatkan gambar yang lebih jelas dan tekstur lebih banyak.

Pada fitur videonya, iPhone 11 Pro tidak seperti flagship pada ponsel lain, dapat memberikan frame rate dan fungsi tertinggi dari kamera utama ponsel, perangkat Pro dapat menangkap video resolusi 4K pada 60 frame per detik dari lensa belakangnya. Bahkan saat memotret dengan satu kamera, iPhone akan mengutamakan tingkat eksposur dan keseimbangan putih dari dua sensor lainnya di latar belakang, sehingga transisi dari perspektif ke perspektif menjadi mulus. iPhone 11 Pro mampu menangani perubahan pencahayaan, penggantian lensa, dan stabilisasi yang jauh lebih baik dari merek baru lainnya. iPhone 11 Pro merupakan ponsel pertama yang mampu merekam video gerak lambat pada 120 fps melalui kamera depan. Semua model iPhone 11 memungkinkan untuk mendokumentasikan rekaman super lambat. Hasilnya tentu saja menjaga keseimbangan dengan video berkualitas tinggi yang bisa diperoleh menggunakan kamera belakang.

iPhone 11 Pro memiliki chip Bionic A13 sehingga membuatnya menjadi ponsel tercepat di dunia. Prosesor ini menawarkan kinerja CPU, GPU, dan pembelajaran mesin 20% lebih cepat dan hal ini ditunjukkan dalam pengujian tolak ukur. iPhone 11 Pro mencetak 1.337 pada bagian single-core dan 3.509 pada tes multicore. iPhone 11 Pro juga mendominasi tes grafis GFXBench, hasilnya mencetak 2.174 frame atau 33,8 fps di benchmark Aztec Ruins (High Tier). Ponsel ini juga mengesankan pada tes 3Dmark Slingshot Extreme, tolok ukur grafis lain, hasilnya 6.163 sedangkan merek lain yang sejenis memiliki hasil di bawahnya.

Untuk pengujian pengisian baterai, iPhone 11 Pro memiliki pengisian daya 18 watt yang menghasilkan 55% dalam 30 menit. Ponsel ini memiliki daya tahan sekitar 10 jam 24 menit dengan kegiatan browsing web terus menerus menggunakan sinyal 4G LTE dan kecerahan layar 150 nits. Sedangkan jaringan untuk browsing web menggunakan 4G LTE dan didukung 4×4 MIMO yang memberikan dua antena lebih banyak dari tipe lain. iPhone 11 Pro juga dilengkapi dengan WiFi 6 bawaan yang berarti harus menikmati throughput lebih efisien dibanding router WiFi 6. Pembaruan lainnya adalah iPhone 11 Pro memiliki kinerja Face ID yang diklaim 30 persen lebih cepat, serta dapat membaca wajah dari sudut pandang yang lebih bervariasi. Selain itu juga memiliki chip U1 yang memanfaatkan teknologi ultra wideband demi menyuguhkan spatial awarness, berguna untuk meningkatkan kinerja fitur-fitur seperti AirDrop yang bergantung pada posisi (spatial).

iOs 13 yang ada di iPhone 11 Promembawa perubahan yang cukup signifikan. Sekarang menggunakan aplikasi lebih mudah tanpa harus menggunakan kata sandi atau khawatir dengan privasi pengguna. Tampilan depan layar juga sangat berbeda, membuat wallpaper lebih hidup serta mampu menggabungkan antara foto dengan video sebagai latar. Selain itu terdapat aplikasi baru, yaitu Maps yang telah dibuat lebih baik dengan resolusi foto 3D yang tinggi. Ada juga fitur Look Around yang mirip dengan Google Street View. Aplikasi ini merupakan fitur baru yang mungkin hanya memberikan perubahan yang tidak terlalu signifikan namun para penggunanya menyambut dengan sangat antusias.

Harga iPhone 11 Pro

Untuk masalah harga, iPhone 11 Pro dibandrol 16,8 juta pada varian 64 GB, 19,2 juta pada varian 265 GB, dan 22,4 juta untuk varian 512 GB. Anda bisa mendapatkan ponsel ini sejak 20 September 2019.

Kriya Nusa 2019 Mari Membuat Produk Indonesia Mendunia

Cinta produk Indonesia dapat menjadi gambaran betapa besarnya rasa cinta masyarakat pada bangsa ini. Bayangkan, ketika seluruh rakyat Indonesia dengan penuh kesadaran mengkonsumsi produk-produk buatan lokal di tengah derasnya arus barang impor dari luar negeri. Secara tak langsung, konsumsi yang begitu besar akan meningkatkan pendapatan pengusaha lokal bahkan pendapatan nasional.

Diharapkan pula dengan keuntungan tersebut pelaku usaha akan terus meningkatkan mutu produk-produknya sebagai timbal balik dari kepercayaan publik dalam negeri. Selain itu, permintaan produk lokal yang tinggi tentu menuntut peningkatan jumlah produksi yang juga akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi jutaan rakyat Indonesia. Beberapa hal di atas mungkin hanya sebagian kecil dari pentingnya rasa cinta tanah air yang diwujudkan dengan “Cinta Produk Dalam Negeri”.

Alangkah banyak alasan untuk mencintai produksi dalam negeri, dan sudah merupakan keharusan bagi warga negara untuk mencintai produk-produk dalam negeri agar produk dalam negeri sendiri bisa bersaing di kancah internasional. Namun ternyata sebagian masyarakat Indonesia sering merasa lebih berkelas ketika memakai produk berlabel luar negeri, buatan rumah fashion ternama misalnya.
Padahal pada kenyataannya, kini banyak produk dalam negeri yang justru menjadi pemasok merk-merk mahal dan terkenal dari luar negeri. Pertanyaannya, mengapa negara-negara maju itu tertarik menggunakan barang lokal untuk merk dagang mereka yang mendunia? Bukankah orang Indonesia sendiri mengatakan bahwa produk lokal merupakan barang kelas dua atau bahkan kelas tiga? Sudah seharusnya kita sebagai bangsa Indonesia lebih mencintai produk dalam negeri, karena brand dunia pun sudah mengakui kualitas barang lokal kita.
Namun begitupun seharusnya pelaku usaha di tanah air bisa lebih memahami keinginan masyarakat kita yang tidak mau “ditipu” dengan dijualnya suatu barang yang harganya tidak sebanding dengan mutunya. Maka perlu bagi para pelaku usaha untuk senantiasa meningkatkan mutu dan pelayanan terhadap konsumen dalam negeri, sehingga masyarakat tidak akan ragu memilih untuk menggunakan produk-produknya.
Pemerintah juga tidak boleh lepas tangan, dalam hal ini peran pemerintah sebagai teladan sangat diharapkan. Karena bagaimana mungkin masyarakat diminta untuk mencintai produk dalam negeri kalau pejabat pemerintahan sendiri ternyata lebih senang memakai produk-produk luar negeri.
Dari sudut pandang sumber daya manusia, sebenarnya kualitas orang-orang Indonesia tidak kalah dibandingkan dengan orang-orang di negara-negara maju, jika saja benar-benar mau belajar. Hal ini terbukti dengan banyaknya tokoh-tokoh dan cendikiawan yang berasal dari negara kepulauan terbesar di dunia ini. Namun kemauan saja tidak cukup, fasilitas pendukungnya pun harus mumpuni. Hal inilah yang harus menjadi sorotan. Bahwa dalam proses belajarnya, orang-orang Indonesia belum mendapatkan fasilitas yang memadai, belum maksimalnya akses informasi dari masyarakat di pedalaman.
Serta yang tidak boleh dilupakan juga adalah asupan gizi sebagian besar masyarakat yang jauh dari pemenuhannya karena alasan ekonomi. Beberapa gambaran diatas menjadi mata rantai permasalahan yang saling terkait yang membuat kualitas orang-orang Indonesia lebih rendah jika dibandingkan dengan orang-orang di negara-negara maju.
Kualitas masyarakat yang rendah juga berakibat pada rendahnya mutu atau kualitas produk (barang maupun jasa) yang dihasilkan. Hal ini karena belum maksimalnya penerapan sebuah teknologi dalam proses produksi. Kebanyakan masyarakat hanya mengandalkan pengalaman saja tanpa diiringi penguasaan konsep dan teknologi yang membuat tidak maksimalnya proses produksi.
Permasalahan yang selanjutnya adalah dalam menjalankan proses produksinya, pelaku usaha di tanah air selalu dibayang-bayangi masalah finansial atau pendanaan proses produksi.
Untuk menyelesaikan masalah ini, pemerintah telah memberikan bantuan  dengan mengucurkan dana usaha bagi pengusaha kecil dan menengah. Namun, yang harus disoroti adalah bahwa bantuan-bantuan yang ditujukan kepada kalangan pengusaha kecil dan menengah itu belum termanfaatkan dengan maksimal.
Karena ternyata dalam penyalurannya, bantuan tersebut banyak yang salah sasaran. Sehingga wajar saja bila pengusaha kecil dan menengah tidak dapat berbuat banyak untuk menyikapi masalah pedanaan ini. Secara tidak langsung keadaan ini mengganggu proses produksi yang membuat mereka lebih memilih untuk menekan biaya produksi hingga seminimal mungkin. Misalnya saja dengan menggunakan bahan baku yang kualitasnya dibawah standar yang seharusnya serta penggunaan teknologi konvensional yang membuat proses produksi tidak maksimal.
Dua permasalahan klasik diatas merupakan sebagian kecil dari hambatan-hambatan yang membuat produk-produk dalam negeri menjadi lebih rendah mutunya jika dibandingkan dengan produk-produk yang diproduksi negara-negara maju. Hal ini tentunya menjadi ancaman serius bagi pelaku usaha nasional karena kita telah memasuki gerbang perdagangan bebas. Sedangkan pada perdagangan bebas itu diharapkan barang-barang produksi anak bangsa mampu menyaingi produk luar yang masuk ke Indonesia sehingga dapat tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Masyarakat Indonesia pada umumnya telah melakukan pengaturan pada pola pikir mereka bahwa produk asal luar negeri selalu atau bahkan selamanya akan memiliki kualitas yang lebih bagus dibandingkan produk dalam negeri. Dan karena kecintaan mereka terhadap produk luar negeri, mereka rela merogoh saku dalam-dalam untuk sebuah produk luar negeri.
Hal tersebut bertolak belakang dengan produk dalam negeri yang memiliki image buruk bahkan sangat buruk di mata konsumen (masyarakat Indonesia.red). Jangankan untuk merogoh saku dalam-dalam, merogoh di permukaan saku pun sepertinya masyarakat enggan kalau uang itu hanya untuk membeli sebuah barang produksi dalam negeri. Tidak sedikit dari mereka yang bahkan berpikir bahwa membeli barang produksi dalam negeri sama saja dengan membuang uang.
Ada beberapa alasan yang menjadi faktor utama masyarakat Indonesia lebih memlilih produk luar negeri. Sebagian dari mereka berasumsi bahwa produk luar negeri memiliki kualitas yang lebih bagus. Mungkin pengibaratan kualitas produk luar negeri dan produk dalam negeri bagaikan langit dan bumi. Sangat signifikan! Sebagian lagi berdalih bahwa produk luar negeri itu lebih elit dan berkelas yang  diukur dari segi kualitas atau mungkin juga dari negara asal produk tersebut. Tidak sedikit yang beranggapan bahwa produk yang berasal dari negara-negara di Eropa lebih berkelas dibanding produk yang berasal dari negara-negara di kawasan Asia.
Menurut para pecandu produk luar negeri, yang membuat produk dalam negeri terpuruk adalah tidak sebandingnya harga dengan kualitas produk dalam negeri. Alasan mereka bahwa produk dalam negeri memiliki kualitas rendah tetapi dipatok dengan harga yang cukup tinggi. Berbeda dengan produk luar negeri yang mereka anggap sebanding antara kualitas dan harganya. Walaupun memiliki harga yang relatif lebih mahal, tetapi mereka tidak segan mengorbankan uang yang lebih banyak untuk barang tersebut.