Karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakininya dan digunakannya sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak. Sedangkan proses pembentukan karakter merupakan usaha atau suatu proses yang terencana yang dilakukan untuk menanamkan hal positif pada anak baik dalam lingkup pendidikan (sekolah), keluarga, dan lingkungan atau masyarakat yang bertujuan untuk membentuk karakter yang sesuai dengan norma , dan kaidah moral dalam bermasyarakat.

Ada beberapa faktor yang sangat berpengaruh dalam proses pembentukan karakter pada anak diantaranya adalah di linkungan sekolah , di lingkungan masyarakat dan di dalam lingkungan keluarga. Beberapa aspek tersebut saling berperan penting dalam pembentukan karakter seorang anak karena dalam lingkungan tersebut banyak mengandung pembelajaran baik secara langsung atau tidak langsung.

Di lingkungan tersebut seorang anak mendapatkan banyak pembelajaran berupa penanaman karakter religius/spiritual, kedisiplinan, tanggung jawab, jujur, saling tolong menolong, gotong royong, solidaritas dan lain sebagainya. Hal yang paling penting disini adalah sebelum kita merubah karakter seseorang yang paling utama perubahan itu harus dimulai dari diri kita. Kita harus membiasakan membangun pola pikir positif, melakukan kebiasaan-kebiasaan yang baik, dan membangun karakter diri yang pantang menyerah.

PEMBENTUKAN KARAKTER DI SEKOLAH

Dalam lingkungan sekolah seorang figur yang berperan penting dalam pembentukan karakter seorang anak adalah guru. Guru merupakan salah satu komponen yang vital dalam proses pendidikan. Hal tersebut dikarenakan proses pendidikan tanpa adanya guru akan menghasilkan hasil yang tidak maksimal. Fungsi guru bukan hanya sekedar tenaga pengajar tetapi juga merupakan tenaga pendidik. Mendidik dalam moral dan kualitas peserta didiknya. Di sekolah, pendidikan karakter juga hendaknya diwujudkan dalam setiap proses pembelajaran, seperti pada metode pembelajaran, muatan kurikulum, penilaian dan lain-lain.Selain itu di sekolah juga diajarkan beberapa macam hal yang dapat membentuk karakter pada anak diantaranya adalah tentang pendidikan religius, kedisiplinan, toleransi, jujur dan semangat kebangsaan. Semua hal tersebut diajarkan demi terciptanya seorang anak yang berkarakter positif dalam dirinya.

PEMBENTUKAN KARAKTER DI LINGKUNGAN MASYARAKAT

Lingkungan adalah salah satu tempat yang menentukan proses pembentukan karakter diri seseorang. Lingkungan yang positif bisa membentuk diri seseorang menjadi pribadi berkarakter positif, sebaliknya lingkungan yang negatif dan tidak sehat bisa membentuk pribadi yang negatif pula. Lingkungan memiliki peran yang sangat penting dalam membangun karakter-karakter individu yang ada di dalamnya. Seorang anak kecil yang terbiasa berkata kotor, tentu saja ia meniru dari sekitarnya. Hal itu terjadi karena hasil meniru dari lingkungannya. Untuk mengatasinya, lebih baik dengan cara mengatasi dari sumber masalahnya.

Lingkungan yang berkarakter sangatlah penting bagi perkembangan individu. Lingkungan yang berkarakter adalah lingkungan yang mendukung terciptanya perwujudan nilai-nilai karakter dalam kehidupan, sepeti karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya, kemandirian dan tanggung jawab, kejujuran / amanah, diplomatis, hormat dan santun, dermawan, suka tolong-menolong, gotong royong / kerjasama dan lain-lain. Karakter tersebut tidak hanya pada tahap pengenalan dan pemahaman saja, namun menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Sangat susah membentuk lingkungan yang berkarakter. Semua itu harus dimulai dari diri sendiri yang selanjutnya diteruskan dalam lingkungan keluarga. Diri sendiri harus dibenahi terlebih dahulu sebelum membenahi orang lain. Biasakan membangun pola pikir positif, melakukan kebiasaan-kebiasaan yang baik, membangun karakter diri yang pantang menyerah.

PEMBENTUKAN KARAKTER DALAM KELUARGA

Dalam keluarga yang berperan penting dalam proses pembentukan karakter pada anak adalah orang tua dan yang paling dominan adalah ayah atau kepala keluarga yang berkewajiban mempin dalam suatu keluarga. Dalam kehidupan keluarga kita harus membiasakan menerapkan nilai-nilai kebiaasaan-kebiasaan positif yang pada akhirnya akan diteruskan oleh si anak pada lingkungan sosial yang lebih besar, yakni di sekolah dan masyarakat. Dalam keluarga kita dapat menanamkan sikap jujur dan terbuka pada anak, memberi kesempatan anak berpendapat dalam menentukansebuah pilihan, mengajak anak berunding, dan mengajak anak untuk ikut berbagi peran dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Hal itu bagian dari proses membangun karakter anak. Saling tolong-menolong sesama anggota keluarga. Membiasakan anak mengeksplor dirinya. Memberi kesempatan pada anak untuk mengambil keputusan untuk dirinya. Pendidikan yang diberikan oleh orang tua kepada anak hendaknya berorientasi pada kebutuhan anak sebagai makhluk biopsikososialreligius serta menggunakan cara-cara yang sesuai dengan perkembangan anak, baik perkembangan fisik-biologisnya, perkembangan psikisnya, perkembangan sosial serta perkembangan religiusitasnya. Selain itu dalam keluarga harus dilakukan pembiasaan sifat – sifat atau sikap – sikap yang baik yang diperoleh dalam lingkungan sekolah atau masyarakat yang dapat membentuk karakter anak. Cara yang lain yang dapat dilakukan adalah dengan metode belajar pengalaman (experiential learning) . Salah satu contoh pembiasaan sederhana membentuk karakter anak dalam keluarga adalah dengan mengajarkan pembiasaan berdoa sebelum melakukan suatu hal contohnya ketika akan makan, tidur,dll. Pada intinya keluarga adalah lingkungan yang sangat penting dalam perkembangan pembentukan karakter pada anak ketika anak sudah tidak dalam lingkungan sekolah atau masyarakat