Ketika kita membicarakan jalan tol yang pada umumnya adalah jalan yang bebas dari hambatan agar bisa mencapai tujuan yang akan kita tuju semakin cepat dan hanya kendaraan berjenis tertentu saja yang bisa melaluinya. Akhir-akhir ini sering menjadi pembicaraan tentang tol juga tapi bukan jalan tol yang sering kita kenal, yaitu Tol Laut.

Bahkan aku pun masih belum terlalu mengerti akan konsep Tol Laut itu sendiri. Tol laut adalah konsep untuk memperbaiki proses pengangkutan logistik di Indonesia yang saat ini sedang gencar diterapkan oleh masa kepemimpinan Presiden ke-7 Indonesia, Bapak Joko Widodo. Sehingga diharapkan proses distribusi barang (terutama bahan pangan) di Indonesia menjadi semakin mudah. Kemudian, berdampak pada harga bahan pokok yang semakin merata di seluruh wilayah Indonesia.

Yang perlu masyarakat Indonesia tahu lagi adalah konsep tol laut ini bukan serta merta membuat jalan tol di atas laut. Melainkan jalur pelayaran bebas hambatan yang menghubungkan hampir seluruh pelabuhan di Indonesia, bahkan banyak para netizen yang membuat meme tentang Tol Laut itu sendiri itu sebetulnya terjadi karena kurangnya informasi yang didapatkan.

Jalur Tol Laut Indonesia

Berikut ini adalah jalur tol laut Indonesia:

  • Tanjung Priok, Tanjung Batu, Tarempa, Natuna, Tanjung Priok.
  • Teluk Buyur, Pulau Nias Gunung Sitoli, Mentawai, Pulau Enggano, Teluk Buyur.
  • Tanjung Perak, Belang Belang, Sangatta, Nununkan, Pulau Sebatik, Tanjung Perak
  • Tahuna, Kahakitang, Buhias, Tagulandang, Biaro, Lirung, Melangoane, Kakorotan, Miangas, Marore, Tahuna.
  • Tanjung Perak, Makaasar, Tahuna, Tanjung Perak
  • Tobelo, Maba, Gebe, Obi, Sanana, dan Tobelo.
  • Tanjung Perak, Wanci, Namlea, Tanjung Perak.
  • Tanjung Perak, Tidore, Morotai, dan Tanjung Perak.
  • Tanjung Perak, Nabire, Serul, Wasior, Tanjung Perak.
  • Biak, Oransbari, Weren, Sarmi, Biak.
  • Tanjung Perak, Timika, Agats, Merauke, Tanjung Perak
  • Tanjung Perak, Fakfak, Kaimana, Tanjung Perak.
  • Tanjung Perak, Larantuka, Adorana, Lewoleba Tanjung Perak.
  • Tanjung Perak, Saumlaki, Dodo, Tanjung Perak.
  • Tanjung Perak, Kalbahi, Moa, Rote, Sabu, Tanjung Perak.

Apa Sih Manfaat Program Tol Laut?

Tidak heran sampai saat ini masih banyak yang bertanya tentang manfaat diadakannya program tol laut. Meskipun, secara tidak langsung seluruh lapisan masyarakat di Indonesia sudah merasakan dampak tersebut. Berikut ini kumpulan manfaat tol laut Indonesia.

1. Mewujudkan NawaCita Pertama

Salah satu manfaat yang dirasakan oleh negara Indonesia dengan berjalannya program tol laut ini terkandung dalam poin pertama agenda prioritas presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla, yakni memperkuat jati diri sebagai maritim terbesar di dunia seperti yang sudah dijelaskan dalam video Joko Widodo di laman Youtube bahwa “nenek moyang kita adalah pelaut”.

2. Meningkatkan Kesejahteraan Semua Lapisan Masyarakat Indonesia

Dapat dikatakan bahwa manfaat yang kedua ini adalah manfaat utama berjalannya program laut laut, yakni sanggup membuat harga kebutuhan bahan pokok di seluruh wilayah Indonesia sama rata. Kenapa bisa sama rata? Salah satu alasannya adalah jalur dan harga distribusinya yang sudah tidak semahal sebelum adanya program tol laut.

3. Meningkatkan Kemandirian dan Jumlah Pendapatan Nelayan Indonesia

Pelabuhan yang telah diresmikan oleh presiden Joko Widodo saat ini sudah memiliki fasilitas yang lebih baik dari sebelumnya, terutama pada bagian fasilitas penampung ikan yang akan dijual oleh nelayan. Lebih besar dan bersih. Sehingga dapat dimanfaatkan oleh para nelayan untuk menjual ikan dalam jumlah yang lebih banyak.

4. Pembangunan Infrastruktur dan Mengurangi Angka Pengangguran Indonesia

Dari sekitar 270 juta penduduk Indonesia, 7 juta diantaranya adalah pengangguran. Melalui program ini, diharapkan angka 7 juta tersebut dapat berkurang karena infrastruktur dari setiap wilayah Indonesia diperbaiki sehingga lebih layak dan menarik sebagai tempat berkunjungnya wisatawan lokal maupun mancanegara.

Dengan adanya Tol Laut pastinya jalur distribusi produk dan jasa akan semakin cepat sehingga pemerataan ekonomi dari Sabang sampai Merauke bisa merata dan harga barang pun bisa semakin murah, jika dibandingkan sebelum adanya Tol Laut jalur pendistribusian barang dan jasa bisa semakin cepat dengan harga yang jauh lebih kompetitif.