WakeUp Wakaf Untuk Hari Esok Yang Lebih Baik

Hampir setiap saat kita mendengar dan melihat kata wakaf, apalagi jika kita sedang berjalan-jalan menuju suatu daerah terkadang kita melihat tulisan yang terpampang “Tanah Ini Diwakafkan Oleh H. Xxx” atau terkadang ketika kita sedang menjalankan ibadah shalat di masjid terkadang ada juga tulisan “Masjid Ini Diwakafkan Oleh Keluarga Besar H. Xxxx” jadi makin penasaran apa itu sebenarnya Wakaf ???

Kata wakaf itu sendiri berasal dari Bahasa Arab, yaitu ”Waqf” yang artinya menahan, berhenti atau diam. Menurut Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2004

“Wakaf adalah perbuatan hukum wakif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut Syariah.”

Bapak Boby P. Manulang selaku GM. Wakaf Dompet Dhuafa menjelaskan bahwa praktek wakaf ini sendiri telah dimulai sejak zaman Rasalullah SAW. Contohnya adalah wakaf sumur dan kebun milik Ustman bin Affan RA dan Umar bin Khatab RA menjadi bukti nyata bagaimana wakaf memainkan peran penting dalam menggerakkan produktivitas umat.

Aset wakaf di seluruh dunia sendiri sudah sangat banyak, terutama banyak dijumpai di negara-negara yang mayoritas penduduknya Islam, dimana wakaf ini telah memberdayakan miliaran umat dari masa ke masa. Wakaf sering dijadikan bentuk filantropi Islam yang memberi manfaat yang banyak dan terus-menerus.

Di Indonesia sendiri Wakaf masih terkungkung di 3M yaitu wakaf untuk makam, wakaf untuk masjid dan wakaf untuk madrasah. Selain itu wakaf sendiri masih identik dengan orang kaya, wakaf lazim dikerjakan dalam bilangan yang jumlahnya besar, dan wakaf selama berpuluh tahun bahkan ratusan tahun masih tertidur.

Tujuan Wake Up Wakaf untuk hari esok yang lebih baik adalah   tentang wakaf (seindah sedekah dan zakat) wakaf tidak menunggu kita kaya

Gerakan sejuta wakif itu sebetulnya bukan hal yang sulit apalagi menggandeng bank syariah dengan sistem platform digitalnya

Hari ini wakaf dalam kondisi survival of the fittest, siapa yang tangguh dialah yang menang, hari ini agar bertahan wakaf harus bisa bertahan mengikuti perkembangan jaman dengan menyesuaikan konten yang sesuai dengan kebutuhan jaman.

Pertumbuhan wakaf aset berjalan layaknya deret ukur sementara pertumbuhan wakaf uang berjalan layaknya deret hitung

Wakaf itu memiliki keberlanjutan contohnya seperti gerakan 1 juta wakaf misalkan 1 orang mewakafkan 10rb/orang maka akan menghasilkan 10 Milyar dan jika di teruskan maka dalam 3 bulan akan bisa dihasilkan 1 rumah sakit yang bisa memberikan manfaat untuk para dhuafa

Wakaf produktif akan menghasilkan surplus wakaf yang dapat digunakan karena tidak menggerus biaya pokoknya

Wakaf merupakan kegiatan ekonomi yang multistakeholder yang dikelola oleh nazhir dengan menunjuk pihak terkait untuk mengoptimalkannya

Wakaf di bidang pendidikan salah satu contohnya adalah smart school ekselensia yang semua dana pendidikannya dibiayai oleh dana wakaf

Wakaf merupakan instrumen bisnis yang berkelanjutan yang menghasilkan hasil yang terus menerus karena kebaikannya terus mengalir

Dompet Dhuafa menargetkan mendirikan banyak Rumah Sakit agar setiap dhuafa mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal, para dhuafa mendapatkan kartu member khusus untuk mendapatkan layanan keshatan karena rata-rata dari mereka memiliki tempat tinggal yang nomaden sehingga sulit dijangkau oleh bpjs

Rumah Sakit Dompet Dhuafa memiliki tim advokasi yang akan membantu para pasien dhuafa agar bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal seperti dibantu hingga selesai dalam pengurusan BPJS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!