Perkembangan Microbiologi Dari Dulu Hingga Sekarang

0
(0)

Sejarah perkembangan mikrobiologi ini sebelum ilmu pengetahuan dibedakan menjadi empat periode. Periode pertama, mulai dari terbukanya rahasia dunia tentang mikroorganisme melewati pengamatan yang dilakukan oleh Leeuwenhoek di tahun 1675. Hal ini memicu rasa keinginantauan di sejumlah kalangan para ilmuwan tentang asal mula sebuah kehidupan. Namun, kurang lebih di pertengahan tahun 1860an, pada saat teori dari generatio spontanea membuktikan ketidakbenarannya serta prinsip biogenesis sekarang sudah dapat diterima, pengetahuan tentang mikroorganisme sifatnya menjadi tidak spekulatif semata-mata lagi.

Selama periode selanjutnya antara tahun 1860 serta tahun 1900, banyak yang melaksanakan berbagai penemuan dasar penting. Perkembangan teori nutfah tentang panyakit pada tahun1876, hal ini tiba-tiba telah menimbulkan minat pada prosedur laboratoris guna mengisolasi dan mencirikan sebuah mikroorganisme. Pada periode ini ada penemuan banyak mikroorganisme penyebab dari penyakit dan beberapa metode untuk mencegah serta mendiagnosis dan juga mengobati berbagai penyakit tersebut.

Penemuan-penemuan dalam bidang mikrobiologi kedokteran menghasilkan perombakan yang besar dan juga cepat dalam praktik kedokteran. Periode tahun terakhir 1910an-sekarang banyak ditandai dengan dipergunakannya metode banyak serta peralatan mutakhir, misalnya seperti mikroskop elektron dan juga komputer.

Penemuan Animalculus

Leeuwenhoek (1633-1723) adalah seorang ilmuan pertama yang mengungkap mikroba. Melalui mikrosop sangat sederhana dia menganalisis struktur mikroskopis pada biji, jaringan tumbuhan dan invertebrata kecil. Dari studinya tersebut dia mengungkap adanya dunia mikroba yang disebut Animalculus. Animalculus adalah jenis-jenis mikroba seperti protozoa, algae, khamir, dan bakteri.

Teori dan Pendapat

  • Teori Abiogenesis

Animalculus timbul dengan sendirinya dari bahan-bahan mati. Teori Biogenesis : animalculus terbentuk dari “benih” animalculus yang selalu berada di udara.

  • Francesco Redi (1626-1697) 

Ulat tidak secara spontan berkembang dari daging, belatung pada daging busuk berasal dari telur lalat bukan berasal dari daging itu sendiri.

  • Lazzaro Spallanzani (1729-1799)

Mikroba tidak muncul dengan sendirinya.

  • Louis Pasteur (1822-1895)

Cara pembebasan cairan dan bahan-bahan dari mikrobia, yang sekarang dikenal sebagai pasteurisasi (pematian dengan uap air panas) dan sterilisasi (pematian dengan pemanasan dan tekanan tinggi) serta udara mengandung mikrobia yang pembagiannya tidak merata.

Penemuan Bakteri Berspora

John Tyndall (1820-1893) mengembangkan pendapat Pasteur bahwa Cairan bahan organik dipanaskan dalam air garam yang mendidih selama 5 menit dan diletakkan di dalam ruangan bebas debu tidak akan membusuk dalam waktu berbulan-bulan. Ditemukan juga istilah :Termolabil (bakteri tidak tahan pemanasan saat melakukan pertumbuhan), Termoresisten (bakteri sangat tahan terhadap panas) dan pda fase termoresisten, bakteri dapat membentuk endospora (Ferdinand Cohn, 1828-1898). Serta Tyndallisasi (pemanasan yang terputus dan diulang beberapa kali).

Teknik Kultur Murni

Kultur yang hanya mengandung spesies tunggal. Dilakukan dengan Teknik Pengenceran (Louise Pasteur, et al) dan Metode Streak Plate (Robert Koch, 1843-1910)Yaitu dilakukan streak pada medium padat (misal agar adalah agen pemadat (gelling) yang digunakan sampai sekarang).

Peran Mikroba dalam Transpormasi Bahan Organik

Fermentasi (pengkhamiran) : proses yang menghasilkan alkohol atau asam organik, misalnya terjadi pada bahan yang mengandung karbohidrat. Sebagai contoh :

  • fermentasi alkohol oleh khamir
  • fermentasi asam laktat oleh bakteri Lactobacillus
  • fermentasi asam sitrat oleh jamur Aspergillus

Pembusukan (putrefaction) : proses peruraian yang menghasilkan bau busuk, seperti pada peruraian bahan yang mengandung protein.

Penemuan Kehidupan Anaerob

Penelitian Pasteur pada fermentasi menenmukan adanya Kehidupan Anaerob (mikroba yang tidak memerlukan Oksigen) dan Kehidupan Aerob (mikroba yang memerlukan Oksigen).

Penemuan Enzim

Pembentukan alkohol dari gula oleh khamir, merupakan hasil urutan beberapa reaksi kimia, yang masing-masing dikatalisir oleh biokatalisator yang spesifik atau dikenal sebagai enzim. Istilah enzim ini pertama kali disampaikan oleh Buchner (1897) membuktikan gagasan Bernard.

Mikroba Penyebab Penyakit

Penyakit Bir yaitu kerusakan pada minuman anggur oleh mikrobia dikemukakan oleh Pasteur (1875-1876). Bukti lain ditemukannya jamur penyebab penyakit pada tanaman gandum (1813), tanaman kentang (1845), penyakit pada ulat sutera, penyakit kulit manusia dan pada tahun 1850 ditemukan bakteri berbentuk batang dalam darah hewan yang sakit antraks.

Penemuan Virus

Iwanowsky menemukan bahwa filtrat bebas bakteri dari ekstrak tanaman tembakau yang terkena penyakit mozaik masih tetap dapat menimbulkan infeksi pada tanaman tembakau yang sehat, sehingga diketahui adanya jasad hidup yang mempunyai ukuran jauh lebih kecil dari bakteri (submikroskopik) karena dapat melalui saringan bakteri yang dikenal sebagai virus.

Penggunaan Mikroba

  • Proses Klasik

Khamir untuk membuat anggur dan roti, bakteri asam laktat untuk yogurt dan kefir, bakteri asam asetat untuk vinegar, jamur Aspergillus sp. untuk kecap, jamur Rhizopus sp. untuk tempe.

  • Produksi Antibiotik

Penisilin oleh jamur Penicillium sp. Dan Streptomisin oleh Actinomysetes streptomyces sp.

  • Proses Baru

Karotenoid dan steroid oleh jamur, asam glutamat oleh mutan Corynebacterium glutamicum dan pembuatan enzim.

  • Genetika Modern

Pemindahan gen dari manusia, binatang, atau tumbuhan ke dalam sel mikrobia dan penghasilan hormon, antigen, antibodi, dan senyawa lain misalnya insulin, dan lain-lain.

  • Pertanian

Penggunaan untuk pupuk hayati (biofertilizer), biopestisida, pengomposan, dan sebagainya

  • Pertambangan

Pemanfaatan untuk proses leaching di tambang emas, desulfurisasi batubara dan untuk proses penambangan minyak bumi.

  • Lingkungan

Digunakan untuk mengatasi pencemaran limbah organik/anorganik termasuk logam berat dan senyawa xenobiotik.

Begitu panjang perjalanan perkembangan dari duhulu hingga sekarang, sehingga semakin banyak hal menarik dan bermanfaat yang bisa dioptimalkan dari dunia microbiologi ini dan sampai ketemu di tulisan selanjutnya yaa 😀

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!