Mengenal Lebih Dekat Geopark Danau Toba

halo semuanyaa, pastinya udah sering bangetkan yaa mendengar danau toba yang identik dengan etnis suku batak yang berada di provinsi Sumatera Utara, yaps danau toba  adalah danau alami berukuran besar di Indonesia yang berada di kaldera Gunung Berapi Super. Danau ini memiliki panjang 100 kilometer (62 mil), lebar 30 kilometer (19 mi), dan kedalaman 505 meter (1657 ft). Danau ini terletak di tengah pulau Sumatera bagian utara dengan ketinggian permukaan sekitar 900 meter (2953 ft). danau toba merupakan danau vulkanik terbesar di dunia, wahh jadi makin bangga akan keindahan alam Indonesia.

Danau Toba image from gotravelly.com

Danau Toba dikelilingi oleh tujuh kabupaten, bisa dicapai dari Medan dengan kurang lebih 4 jam perjalanan darat. Tapi mulai Agustus 2018 ini dengan dibukanya Bandar Udara Silangit, di Siborong-borong, Danau Toba akan makin mudah dicapai. Dari bandara di Tapanuli Utara ini, Danau Toba bisa dicapai hanya dalam 30 menit sampai 1 jam perjalanan darat. jadii bakalan cocok banget nih buat dikunjungin dan setelah itu di review dan di promosikan agar semakin banyak yang tahu dan mengenal Danau Toba

Geopark Kaldera Toba image from https://www.sumutprov.go.id

sebelum lanjut lagi kita cari tahu dulu apa itu Geopark dan apa itu Geopark Danau Toba ???

Sering dengar kan, saat ini sangat populer istilah wisata Geopark. Apa sih sebenarnya geopark itu? Geopark merupakan singkatan dari Geological Park, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai Taman Geologi atau taman bumi.

Awal tujuan Geopark adalah melindungi warisan geologi yang berada di negara-negara Eropa oleh organisasi non pemerintah bernama EGN (Europe Geopark Network) yang mulai diperkenalkan pada 2001. Keberadaan Geopark oleh Badan dunia UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) dikembangkan dan difasilitasi dengan membentuk organisasi GGN (Global Geopark Network) pada 2004.

Unsur utama di dalam Geopark terbagi menjadi 3 yaitu Geodiversity, Biodiversity dan Culturaldiversity. Konsep asas Geopark menurut UNESCO adalah pembangunan ekonomi secara mapan melalui warisan geologi atau geotourism. Tujuan dan sasaran dari Geopark untuk melindungi keragaman Bumi (geodiversity) dan konservasi lingkungan, pendidikan dan ilmu kebumian secara luas.

Pengembangan Geopark di suatu daerah akan berdampak langsung kepada manusia yang tinggal di dalam dan di sekitar kawasan. Konsep Geopark memperbolehkan masyarakat untuk tetap tinggal di dalam kawasan, untuk menjaga keterkaitan nilai-nilai warisan bumi dengan masyarakat. Masyarakat pun dapat berpartisipasi aktif di dalam revitalisasi kawasan secara keseluruhan.

Ibu Dr. Ir. Hj. Hidayati, M.Si Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara 

yukk lanjut mengenal Geopark Danau Toba dan mengenal lebih jauh, yang di sampaikan oleh Ibu Dr. Ir. Hj. Hidayati, M.Si. Sebelumnya Gunung Toba pernah meletus tiga kali, yaitu

  • Letusan pertama terjadi sekitar 800 ribu tahun lalu. Letusan ini menghasilkan kaldera di selatan Danau Toba, meliputi daerah Prapat dan Porsea.
  • Letusan kedua yang memiliki kekuatan lebih kecil, terjadi 500 ribu tahun lalu. Letusan ini membentuk kaldera di utara Danau Toba. Tepatnya di daerah antara Silalahi dengan Haranggaol. Dari dua letusan ini, letusan ketigalah yang paling dashyat.
  • Letusan ketiga 74.000 tahun lalu menghasilkan kaldera, dan menjadi Danau Toba sekarang dengan Pulau Samosir di tengahnya.

Mekanisme Magma Toba Terhadap Musim Dingin image from https://www.sumutprov.go.id

Gunung Toba ini tergolong Supervolcano. Hal ini dikarenakan Gunung Toba memiliki kantong magma yang besar yang jika meletus kalderanya besar sekali. Volcano biasa rata-rata kalderanya ratusan meter, sedangkan Supervolcano dapat mencapai puluhan kilometer.

Produksi erupsi supervolcano Toba menutupi sebagian besar wilayah Sumatera Utara, dan endapan abu letusannya menyelimuti sebagian besar Asia Tenggara, termasuk anak benua India. Abu halus dan aerosol asam sulfat hasil erupsi ini tertahan untuk beberapa tahun di atmosfer (stratosfer), menghalangi radiasi sinar matahari ke bumi, sehingga mempengaruhi iklim pada belahan bumi tertentu dalam kurun waktu terbatas, dimana dampaknya sangat berpengaruh pada kehidupan flora dan fauna secara global. disininal awal mulanya andaliman, buat yang penasaran tentang andaliman langsung aja cus ke andaliman yang penuh arti dari danau toba

Geopark Kaldera Toba image from https://www.sumutprov.go.id

Kaldera Toba dikelompokkan menjadi 4 (empat) Geoarea dengan mempertimbangkan kondisi geografisnya, yaitu Kaldera Porsea, Kaldera Haranggaol, Kaldera Sibandang dan Geoarea Pulau Samosir.

Geoarea Kaldera Porsea

Daerah ini merupakan bagian dari jejak pembentukan Kaldera Toba generasi pertama (900.000 tahun yang lalu) yang mencakup kawasan seluas 1.220 km2 yang merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Toba Samosir dan Tapanuli Utara.

Geoarea Kaldera Haranggaol 

Daerah ini merupakan bagian dari jejak pembentukan Kaldera Toba generasi kedua (450.000 tahun yang lalu), mencakup kawasan seluas 585,6 km2 yang merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Simalungun, Karo dan Dairi.

Geoarea Kaldera Sibandang

Daerah ini merupakan bagian dari jejak pembentukan Kaldera Toba generasi ketiga (74.000 tahun yang lalu) atau yang di kenal juga sebagai erupsi ‘super volcano’, mencakup kawasan seluas 497 km2 yang merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan.

Geoarea “Resurgent Doming” Samosir

Geoarea Samosir merupakan bagian dari Kaldera Toba yang memperlihatkan sekuen geologi yang fenomenal terutama yang berkaitan dengan jejak-jejak terjadinya erupsi kaldera “supervolcano”, terbentuknya Kaldera Toba, terbongkarnya batuan dasar dan proses terbentuknya Pulau Samosir dari pengangkatan dasar danau (Kaldera) Toba (Resurgent Doming), sampai dengan proses-proses geologi yang masih berlangsung hingga saat ini sebagai aktivitas vulkanik pasca kaldera (ubahan hidrotermal).

sebetulnya masih banyak keanekaragam dari Kaldera Danau Toba yang harus kita jaga dan kita lestarikan agar keindahannya tetap terjaga dan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia di mata dunia, ayo kita sama-sama menjaga dan melastarikan Kaldera Danau Toba


*sumber tulisan 

  1. https://www.sumutprov.go.id
  2. paparan materi presentasi Ibu Dr. Ir. Hj. Hidayati, M.Si.
  3. https://gpswisataindonesia.info

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!