Mempersiapkan Dan Pendidikan Anak

Sisihkan Pendapatan

Sisihkan sebagian pendapatan sebagai anggaran pendidikan buah hati sedini mungkin. Jangan pernah berpikir untuk menunda-menunda persiapan dana pendidikan anak. Sejatinya semakin lama kita memulai menyisihkan dana untuk pendidikan anak, semakin sulit nantinya untuk kita mendaftarkan anak  ke sekolah karena faktor-faktor penghambat seperti semakin tingginya biaya masuk dan iuran bulanan sekolah.

Usahakan untuk sedini mungkin memulai menyisihkan pendapatan baik itu dari kita maupun pasangan. Ini jelas akan membantu meringankan beban biaya pendidikan anak ketika mereka mulai masuk sekolah. Misalkan kita mulai menabung untuk pendidikannya sejak anak usia 1 tahun, sehingga di usia 4 tahun ketika anak masuk TK, tidak terlalu berat dalam membayar biaya masuk dan iuran bulanan sekolah. Akan lebih baik lagi sedari kita dan pasangan belum merencanakan memiliki anak tapi sudah memiliki tabungan pendidikan. Semakin dini memulai menyisihkan pendapatan untuk tabungan terutama tabungan pendidikan, semakin tidak terbebani dengan biaya sekolah yang cukup tinggi.

Jumlah Anak

Bila kita merencanakan untuk memiliki anak lebih dari satu, pastikan kita bisa mengatur pembagian sisihan pendapatan itu secara adil untuk kebutuhan pendidikan setiap anak. Semakin banyak jumlah anak yang ingin kita miliki, semakin tinggi biaya yang harus kita persiapkan untuk menunjang kehidupan mereka dan pendidikan mereka nantinya. Perlu kita pertimbangkan lagi bahwa semakin tinggi level pendidikan maka kebutuhan sekolahnya pun akan semakin banyak dan mahal mulai dari kebutuhan biaya iuran sekolah, kebutuhan pendukung belajar, pembelian alat tulis, kegiatan praktikum, semuanya memerlukan biaya tambahan yang mungkin akan memberatkan kita bila tidak merencanakan penganggaran secara detil dan rapi.

Membuat Anggaran

Hal yang penting dari sebuah sekolah adalah esensi ilmu yang diberikan oleh guru kepada para muridnya. Kita tidak perlu mengikuti gengsi untuk memasukkan anak kita ke sekolah elite yang mungkin biayanya berkali-kali lipat dari sekolah biasa. Biasakan untuk bersikap realistis, rencanakan sekolah yang dituju juga berkaitan dengan kemampuan membayar biaya pendidikan.

Selain berkaitan dengan masalah biaya, sekolah elite tidak menjamin anak kita merasa nyaman dan bahagia dalam belajarnya. Bisa jadi di dalam sekolah dia tidak merasa menjadi dirinya sendiri atau kerap merasa minder dengan teman-teman sebayanya. Alhasil anak menjadi tidak semangat belajar dan kemungkinan untuk tidak hadir semakin tinggi. Ini artinya kita sebagai promotor pendidikan akan rugi dalam membiayai pendidikan anak di sekolah elite tersebut.

Buat Prioritas Keuangan

Jadilah orang yang memiliki prioritas terutama dalam hal pengaturan keuangan. Hal ini sangat penting dilakukan ketika kita menyadari posisi kita tidak sebagai orang yang sangat berkecukupan sehingga harus membuat daftar prioritas apa saja hal-hal urgent yang harus didahulukan urusannya.

Bila kita merasa bahwa pendidikan buah hati cukup menjadi prioritas yang tinggi dalam daftar, sebaiknya kita sisihkan pendapatan dan alokasikan lebih banyak untuk pendidikan anak. Bisa juga kita menghapus beberapa keinginan dari daftar prioritas. Ketikasudah menjadi orang tua, bukankah anak memang menjadi prioritas utama?

Mengalokasikan Dana

Menabung memang sesuatu yang wajib bila kita sudah menjadi orang tua atau sudah berkeluarga tapi tidak berarti kebutuhan yang lain menjadi terlantar. Idealnya untuk memiliki tabungan setidaknya nominal tabungan tersebut adalah 10% dari akumulasi pendapatan kita dan pasangan setiap bulan. Selebihnya bisa kita gunakan untuk keperluan lainnya.

Jadi menabung memang kegiatan disiplin untuk menyisihkan sebagian pendapatan yang nantinya hasil akumulasi ini bisa digunakan salah satunya untuk keperluan pendidikan anak namun kita juga tidak boleh menelantarkan kebutuhan lainnya karena hidup kita juga bergantung pada kebutuhan sandang, papan, dan pangan.

Memiliki Asuransi Pendidikan 

Bila kita merasa kesusahan dalam merencanakan dan menyisihkan sebagian pendapatan untuk disimpan dengan maksud pembiayaan hal-hal yang direncanakan terjadi di masa mendatang, kita bisa menggunakan jasa agen asuransi atau tabungan pendidikan. Pihak penyedia jasa asuransi ini biasanya menjadi pendukung kita yang paling kuat karena mau tidak mau, suka tidak suka, kita akan dipaksa untuk menyisihkan sebagian pendapatan kita untuk diinvestasikan dalam bentuk asuransi.

Tabungan pendidikan anak pun juga seperti itu. Pembayarannya ada yang dilakukan dengan pemotongan gaji yang ditransfer lewat rekening tabungan kita. Hal ini jelas akan memudahkan kita dalam menyisihkan pendapatan karena besar nominal yang ada di rekening tabungan adalah murni uang yang bisa digunakan untuk keperluan lainnya setelah dipotong untuk tabungan pendidikan anak.

Kebiasaan ini tidak bisa membuahkan hasil dalam waktu yang singkat maka kita perlu disiplin untuk membuahkan hasil yang maksimal. Selain itu, kebiasaan disiplin ini akan mempermudah kita sendiri nantinya terutama bila menghadapi masalah biaya pendidikan anak, apalagi kalau anak kita tidak hanya satu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!