Mahasiswa Juga Bisa Menabung

0
(0)

Mengatur keuangan dengan bijak menjadi salah satu cara yang dapat kita lakukan demi masa depan yang lebih baik. Meski terlihat sepele, masih banyak orang belum bisa mengatur keuangan dengan baik, sehingga berujung pada tumpukan utang yang membuat hidupnya susah berkepanjangan.

Salah satu faktor utamanya adalah, gaya hidup yang secara gak sadar membuat kantong jebol. Bahkan, gak sedikit orang yang rela utang sana-sini hanya demi memenuhi kebutuhan gaya hidup mereka. Meski menyenangkan, kalau dipikir-pikir lagi hal itu hanya kesenangan sementara yang berujung pada kesengsaraan tak berkesudahan.

Karena itu, sebelum nyemplung lebih jauh lagi yang bisa membuat masa depan suram, kita disarankan untuk mulai mengatur keuangan sejak dini. Apalagi jika kita masih berstatus mahasiswa atau yang lebih dikenal dengan anak kuliahan yang sedang menuntut ilmu di jenjang perguruan tinggi mengatur keuangan sangat diperlukan agar bisa bertahan.

Meski belum memiliki penghasilan sendiri dan hanya mengandalkan uang saku dari orangtua, bukan berarti kamu gak bisa menabung dan berinvestasi ya. Lalu, bagaimana caranya?

Membuat Pos Anggaran Bulanan

Cara pertama yang harus kamu lakukan adalah, melakukan pos-pos anggaran saat mendapatkan uang saku di awal bulan. Karena masih kuliah, untuk keperluan bulanan seperti sabun, sampo dan keperluan make up biasanya masih ditanggung sama orangtua. Nah, kamu bisa membagi-bagi uang sakunya untuk ongkos, makan, fotokopi dan keperluan lainnya.

Gimana kalau uang jajannya diberikan setiap hari, bukan bulanan atau mingguan? Tenang, bisa kok! . Kamu tetap harus membaginya untuk ongkos dan makan juga. Sisanya, bisa kamu masukkan celengan. Ya, kembali ke masa-masa kecil lagi.

Menghemat Ongkos Dan Uang Makan

Agar punya uang lebih, kamu harus bisa menghemat sendiri untuk ongkos dan makan. Bagaimana solusinya?

Kalau selama ini kamu mengeluarkan uang Rp 25 ribu setiap hari buat ongkos naik ojek online dan Rp 25 ribu untuk makan dan jajan, agar uangmu masih tersisa, salah satu cara yang bisa dilakukan dengan mengurangi pengeluaran untuk dua hal tersebut.

Kita bisa menggunakan angkutan umum, gak masalah sedikit jalan kaki keluar komplek rumah. Ya, itung-itung olahraga. Yang bisanya keluar uang Rp 25 ribu untuk ongkos, sekarang bisa lebih hemat, jadi Rp 10 ribu. Lumayan kan ada sisanya Rp 15 ribu.

Begitu juga untuk makan, kita bisa menyantap makanan di warung tegal alias warteg dengan mengeluarkan Rp 15 ribu. Itu membuat kamu mendapat sisa uang lagi Rp 10 ribu. Dengan melakukan penghematan itu, kita bisa mendapat uang sebesar Rp 25 ribu setiap hari.

Kalau dimasukkan ke dalam celengan, dalam sebulan kita bisa mendapatkan uang sekitar Rp 25 ribu x 22 hari yaitu Rp 550 ribu. Lumayan banget nih buat di tabung dan investasi.

Hindari Membeli Sesuatu Secara Spontan

Membeli sesuatu secara spontan yang dimaksud di sini adalah, kita mengeluarkan uang untuk membeli jajanan di depan kampus, nongkrong, dan belanja di mal.

Sebenarnya sih gak ada salahnya jika dilakukan sesekali. Kalau dalam seminggu tiga sampai empat kali nongkrong di mal atau beli jajanan di depan kampus setiap hari, yang ada uang saku kita akan cepat habis, dan ujung-ujungnya minta lagi sama orangtua. Sebaiknya kurangi kegiatan tak berfaedah seperti itu. Tidak masalah menahan diri tidak ikutan teman demi masa depan yang lebih baik

Mengakali Untuk Membeli Buku Kuliah

Di awal semester, kita biasanya akan mengeluarkan uang cukup besar untuk membeli buku. Untuk mengakalinya kita bisa menyiasatinya dengan meminjam buku teman lalu di fotokopi atau kita juga bisa membeli buku bekas. Dengan begitu, percaya atau tidak, kita bisa menghemat bujet beberapa puluh ribu rupiah untuk satu buku. Lumayan banget, kan? Lagipula, tidak perlu buku baru, yang bekas pun tak masalah. Yang penting kan isi dari buku itu. Setuju?

Memanfaatkan Kartu Mahasiswa

Trik terakhir adalah, memanfaatkan kartu mahasiswa. Di beberapa restoran atau tempat belanja kerap memberikan penawaran potongan harga untuk mahasiswa. Karena itu, kita tidak perlu sungkan memanfaatkan kartu mahasiswa milik kita sendiri. Lumayan kan kalau bisa dapat potongan 10 hingga 15 persen sehingga bisa menghemat pengeluaran kita dan bisa mengalokasikannya untuk keperluan yang lain.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!