Jangan Jadikan Agama Sebagai Lahan Berpolitik

sudah sejak dahulu kala, banyak sekali orang yang berbica dan mebicarakan tentang politik. tetapi banyak pula yang bingung dengan masalah politik itu seperti apa dan bagaimana.sebetulnya politik itu tujuan sebenarnya apa ?, menghasilkan apa ?, dan untuk siapa?.

sebetulnya politik itu tujuan sebenarnya apa ?, menghasilkan apa ?, dan untuk siapa?.

orang semakin bingung karena banyak pula orang yang mengatakan bahwasanya politik justru tidak bisa dikaitkankan dengan masalah hukum. kemudian ada lagi yang mengatakan bahwasanya politik tidaklah mungkin bisa dipersandingkan dengan agama.sehingga menimbulkan berbagai pertanyaan bagi orang-orang yang berfikiran dinamis and logis. ada apa dengan politik ???.

sehingga menimbulkan berbagai pertanyaan bagi orang-orang yang berfikiran dinamis and logis. ada apa dengan politik ???.

sebagaimana sudah sama-sama kita ketahui bahwasanya awal kenidupan ini adalah kebiasaan, lama-lama menjadi terbiasa, seterusnya menjadi teradat, selanjutnya diadatkan dan akhirnya menjadi adat meskipun bukan sebenarnya adat tetapi cendrung dijadikan hukum yang menjadi landasan dalam bertindak dan mengatur kehidupan yang kita jalani.

kemudian datanglah agama sebagai standar hukum yang mesti diikuti oleh semua penganutnya. tetapi kenapa banyak pula orang yang menggatakan bahwasanya politik tidak bisa disangkutpautkan dengan agama atau hukum ?. itulah pertanyaan besarnya.Oleh karena itu, mari sama kita mencoba meraba, menelusurinya. Politik itu sebenarnya apa.

Oleh karena itu, mari sama kita mencoba meraba, menelusurinya. Politik itu sebenarnya apa.

politik digunakan seseorang untuk mendapatkan posisi kekuasaan tertinggi dengan menggunakan suara para pendukungnya, bertepatan dengan pesta politik 2019 yang akan dilaksanakan pemilihan presiden dan wakil presiden, Forum Kerukunan Umat Beragama [FKUB] Jakarta Barat, beserta jajaran 3 Pilar, Polres Jakarta Barat, Dandim 0503, Walikota Jakarta Barat, Kajari, ketua Pengadilan, Kakankemenag, Ketua KPUD beserta komisioner Kota jakbar, Ketua Bawaslu, Ketua FKUB Jakbar, beserta Tokoh Lintas Agama, Ketua MUI Jakbar, PGI ( Persekutuan Gereja Indonesia ), KAJ ( Keuskupan Agung jakarta ), Walubi ( Wali Umat Budha Indonesia), PHDI ( Parisada Hindu Darma Indonesia), MATAKIN ( Majelis tinggi agama Konghucu Indonesia) mengajak semua warga Jakarta Barat untuk tidak menodai proses demokrasi Indonesia, dengan cara-cara kampanye yang tidak tidak sehat, atau memecah belah bangsa yang kerap dilakukan sekelompok oknum di berbagai kesempatan  di tempat ibadah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!