Andaliman Yang Penuh Arti Dari Danau Toba

Lebih Dekat Dengan Andaliman

Tanaman andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC) merupakan salah satu tumbuhan rempah yang banyak terdapat di daerah Kabupaten Toba Samosir dan Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada daerah berketinggian 1,500 m dpl, ditemukan tumbuh liar di daerah Tapanuli dan digunakan sebagai rempah pada masakan adat Batak Angkola dan Batak Mandailing.

Andaliman telah lama dipergunakan oleh suku Batak sebagai bumbu campuran masakan untuk berbagai jenis makanan, seperti ikan mas arsik (masakan gulai ikan mas tanpa santan), natinombur (ikan yang dipanggang dengan bumbu sambal andaliman) dan sangsang (daging yang dimasak dengan bumbu rempah andaliman).

Bumbu andaliman memberikan cita rasa khas pada makanan yang dapat mem-bangkitkan selera makan dan memperpanjang umur simpan produk pangan tersebut. Selain di Sumatera Utara, andaliman yang masuk dalam famili Rutaceae (keluarga jerukjerukan) juga terdapat di India, China, dan Tibet. Bentuknya mirip lada (merica), bulat kecil, berwarna hijau, tetapi jika sudah kering agak kehitaman. Bila buah andaliman digigit akan tercium aroma minyak atsiri yang wangi jeruk dengan rasa yang khas (getir) sehingga merangsang produksi air liur.

Andaliman lebih terkenal di Asia seperti di China, Jepang, Korea, dan India dengan nama szechuan pepper. Di China andaliman dicampur untuk makanan mapo-berkuah. Masyarakat Sin Jiang muslim menggerus andaliman dengan lada, ketumbar, dan garam, lalu semuanya disangrai dan dijadikan cocolan daging panggang. Di Jepang
dan Korea, andaliman dijadikan hiasan atau digunakan sebagai rasa pedas pada sup dan mie, sedangkan masyarakat Gujarat, Goa, dan Maharashtra di India selalu menyelipkan andaliman sebagai bumbu ikan, oleh karena banyak yang menyukainya, maka andaliman tak hanya dijajakan di pasar tradisional tapi sudah menembus negeri Paman Sam, khususnya di Asian Food Store.

Di Sumatera Utara, nama andaliman berbeda-beda menurut daerah yang berlainan, tetapi andaliman merupakan nama yang populer hingga saat ini, misalnya di daerah Batak Toba disebut dengan andaliman, di daerah Simalungun, Karo dan Dairi disebut Tuba, sedangkan di Tapanuli selatan disebut dengan nama Siyarnyar. Pemberian nama pada andaliman ini tergantung dari bentuk dan ukuran buah serta bentuk duri yang melekat pada batang (Tarigan, 2006).

 

Secara umum, di Indonesia andaliman belum banyak dikenal oleh masyarakat, walau telah diperdagangkan di luar daerah asalnya, namun masih dikenal dan dipergunakan oleh kalangan terbatas. Padahal melihat keunikan sensorik yang dimiliki dan mungkin juga aktivitas fisiologi, bukan mustahil rempah ini dapat menjadi salah satu rempah yang berpotensi merebut peluang pasar ekspor.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!